Kegiatan INTI Jatim di Jombang: Ziarah hingga Bagi 1.000 Paket Takjil
Reporter : Redaksi
Headlines
Selasa, 10 Maret 2026
Waktu baca 2 menit

Siginews.com-Jombang – Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Jawa Timur menggelar rangkaian kegiatan kebangsaan di Jombang pada Sabtu (7/3/2026) yang diisi dengan ziarah ke makam Presiden ke-4 RI serta pembagian 1.000 paket takjil kepada masyarakat.
Kegiatan sosial berbagi takjil dilaksanakan di Pos Kota, Alun-alun Kabupaten Jombang, dengan menyasar masyarakat umum sebagai bentuk kepedulian dan upaya mempererat hubungan antar umat beragama. Ratusan warga tampak antusias menerima paket berbuka puasa yang dibagikan para pengurus INTI Jawa Timur.
Pantauan di lokasi, para pengurus dan anggota INTI terlihat bersemangat membagikan paket berisi nasi, ayam, tahu tempe sambel dan lalapan, kerupuk, serta minuman teh botol dan es degan kepada warga yang datang.
Ketua panitia kegiatan, Phoa Anditya, mengungkapkan rasa syukurnya atas antusiasme masyarakat Jombang. Ia mengaku tak menyangka ribuan paket takjil yang disediakan ludes dalam waktu singkat.
“Tidak sampai sore ini tadi sudah habis. Ini menunjukkan bahwa kebersamaan dan kerukunan masyarakat Jombang sangat terjaga, kami bersyukur atas hal itu,” ungkap pria yang akrab disapa Andi ini di sela-sela kegiatan.
Ia menjelaskan bahwa aksi berbagi ini menjadi salah satu cara untuk memperkuat semangat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
“Melalui pembagian paket berbuka puasa ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat sekaligus mempererat tali persaudaraan,” ucapnya.
Selain berbagi takjil, rangkaian kegiatan INTI Jawa Timur di Jombang juga mencakup kunjungan budaya serta ziarah ke makam KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Kecamatan Diwek.
Menurut Phoa, sosok Gus Dur memiliki peran besar dalam memperjuangkan nilai toleransi dan kebebasan berbudaya bagi masyarakat Tionghoa di Indonesia.
Ketua Pengurus Daerah INTI Jawa Timur, Stefanus Budy, menambahkan bahwa kegiatan ini diikuti sekitar 45 peserta dari Surabaya, 20 orang dari Jombang, serta enam orang dari Malang.
Rangkaian acara meliputi ziarah ke makam Gus Dur, anjangsana ke pimpinan Pondok Pesantren Tebuireng, wisata budaya ke Klenteng Hong San Kiong di Gudo, serta workshop Museum Wayang Potehi.
“Bagi kami, Gus Dur adalah tokoh kemanusiaan dan tokoh pluralisme. Beliau berani membuka sekat-sekat di antara anak bangsa sehingga masyarakat Tionghoa bisa lebih bebas mengekspresikan budaya, termasuk merayakan Imlek dan menggunakan identitas budaya secara terbuka,” kata Stefanus.
Ia menegaskan bahwa nilai yang paling diingat dari ajaran Gus Dur adalah pentingnya menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama tanpa memandang latar belakang agama maupun etnis.
INTI Jawa Timur berharap kegiatan berbagi kepada masyarakat dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya pada momen tertentu, tetapi juga dalam berbagai kegiatan sosial lainnya.
(Pray/Editor Aro)
#Bagi takjil
#INTI
#Jawa Timur
#Jombang
#Makam Gus Dur
#Ramadan
#Tebu ireng
#Tionghoa
#Ziarah



Berita Terkait

Pemula Skincare Wajib Tahu! Ini Beda Fungsi Toner, Essence, dan Serum
Lifestyle.Rabu, 8 Oktober 2025

Awas! Bursa Saham Berhenti 30 menit, IHSG Anjlok 15℅, Ini Penyebabnya
Ekbis.Selasa, 18 Maret 2025

Demokrasi Politik di Kota Surabaya Terancam Mati
Headlines.Kamis, 1 Agustus 2024

Wamenkop Dorong Koperasi Andil di Sektor Industri dan Perusahaan Besar
Ekbis.Selasa, 7 Januari 2025

