Reporter : Redaksi
Lifestyle
Jumat, 30 Januari 2026
Waktu baca 3 menit

Siginews.com-Lifestyle – Pernahkah Anda melihat orang yang salah satu matanya terlihat “kurang fokus” atau cenderung mengarah ke sisi tertentu?
Kondisi ini bisa jadi tanda lazy eye atau dalam istilah medis disebut ambliopia.
Jangan dianggap sepele ya, karena ternyata lazy eye bisa berdampak jangka panjang pada kualitas penglihatan jika tidak ditangani dengan tepat.
Lazy eye adalah kondisi ketika satu mata tidak berkembang penglihatannya secara optimal, meskipun struktur mata terlihat normal.
Otak cenderung “mengabaikan” mata yang lebih lemah dan lebih mengandalkan mata yang sehat.
Kondisi ini umumnya berkembang sejak masa kanak-kanak, terutama usia 0–7 tahun, yang merupakan periode emas perkembangan penglihatan.
Lalu, apa saja sih faktor yang paling sering memicu lazy eye?
* Julang (mata juling): posisi mata tidak sejajar
* Perbedaan tajam penglihatan yang signifikan antara mata kanan dan kiri
* Kelainan refraksi (rabun jauh, rabun dekat, silinder) yang tidak dikoreksi
* Hambatan visual, seperti katarak bawaan atau kelopak mata turun (ptosis)
Nah, untuk mencegah terjadinya lazy eye dengan efektif, Anda bisa melakukan langkah-langkah di bawah ini:
1. Pemeriksaan Mata Sejak Dini
Idealnya, untuk anak-anak bisa mulai periksa mata sejak usia 3–4 tahun, atau lebih awal jika ada tanda-tanda mencurigakan.
2. Perhatikan Tanda Awal
Waspadai jika Anda:
* Sering memiringkan kepala saat melihat
* Menutup salah satu mata
* Sulit fokus saat membaca atau melihat jauh
* Mata terlihat tidak sejajar
3. Batasi Screen Time
Penggunaan gadget berlebihan dapat memperparah masalah fokus mata Anda, terutama pada anak usia dini.
4. Pastikan Pencahayaan Cukup
Memastikan cahaya yang cukup, baik untuk membantu kerja mata Anda lebih optimal dan mengurangi kelelahan.
Jika lazy eye sudah terdiagnosis, jangan panik. Kondisi ini masih bisa diperbaiki.
1. Menggunakan Kacamata
Koreksi penglihatan Anda dengan kacamata bisa menjadi langkah pertama, terutama jika penyebabnya adalah kelainan refraksi.
2. Terapi Penutup Mata (Eye Patching)
Mata yang lebih kuat ditutup sementara agar otak “dipaksa” menggunakan mata yang lemah.
Terapi ini sangat efektif bila dilakukan rutin sesuai anjuran dokter.
3. Latihan Visual
Beberapa latihan khusus, seperti menggambar, membaca, atau permainan visual, dilakukan sambil mata sehat ditutup untuk melatih mata lemah.
4. Terapi Digital
Kini juga tersedia aplikasi dan terapi berbasis komputer yang dirancang khusus untuk melatih koordinasi mata dan otak lho.
5. Tindakan Medis atau Operasi
Pada kasus tertentu, seperti mata juling berat atau kelainan struktural, tindakan medis bisa diperlukan.
Meski membutuhkan waktu dan hasilnya bervariasi, jika Anda konsisten pasti bisa. Karena konsistensi menjadi kunci utama.
Lazy eye tentu bukan sekadar masalah estetika, tetapi menyangkut kualitas penglihatan seumur hidup.
Semakin cepat dikenali dan ditangani, semakin besar peluang mata kembali berfungsi optimal.
Jadi, jangan ragu untuk memeriksakan mata secara rutin, karena penglihatan yang sehat adalah investasi jangka panjang.
(Adentya Nabilah/Editor Aro)
#Cara mengatasi lazy eye
#Kesehatan Mata
#Lazy Eye
#Penyakit mata




Headlines.Minggu, 2 November 2025

Gresik.Rabu, 3 Juli 2024

Lifestyle.Jumat, 14 November 2025

Headlines.Senin, 23 Maret 2026