Pemprov Jatim Optimalisasi Pengelolaan Keuangan Layanan Kesehatan
Reporter : Redaksi
Jawa Timur
Kamis, 31 Oktober 2024
Waktu baca 2 menit

Gresik – Pemerintah Jawa Timur terus berusaha meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM). Ada beberapa indikator yang menentukan IPM. Salah satunya layanan kesehatan.
“Layanan kesehatan tidak sebatas perawatan medis. Ada banyak unsur pendukung sehingga layanan kesehatan bisa berlangsung dengan baik. Penatausahaan dan pengelolaan keuangan yang tepat, merupakan unsur yang menjadi pendukung terwujudnya layanan tersebut,” kata Kepala BPKAD Jawa Timur Sigit Panoentoen di sela acara FGD bertema Sinergi Pengelolaan Keuangan BLUD antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Pemerintah Kabupaten dan Kota, di Gresik, Senin (28/10/2024) lalu.
“Badan pengelolaan keuangan dan aset daerah (BPKAD) Jawa Timur menilai sinkronisasi pengelolaan layanan kesehatan yang notabene badan layanan umum daerah (BLUD), sangat penting,” tambahnya.
Ada 124 peserta yang mengikuti forum tersebut. Mereka berasal dari perwakilan rumah sakit umum daerah, dinas kesehatan kabupaten dan kota di Jawa Timur, serta perwakilan beberapa puskesmas di Jawa Timur. Narasumbernya berasal dari akademisi Universitas Brawijaya Malang, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, BPKAD Jawa Timur, serta RS Haji Surabaya.
Dari beberapa paparan yang disampaikan, peserta tertarik dengan narasumber RS Haji Surabaya, Sugeng Hariyanto. Dia selaras dengan pendapat kepala BPKAD Jawa Timur Sigit Panoentoen. Layanan kesehatan bukan hanya memeriksa dan mengobati.
“Saya memisalkan, pemeriksaan atau perawatan pasien tidak akan berlangsung dengan baik tanpa ada listrik atau pun air,” ujar Sugeng Hariyanto.
Layanan kesehatan merupakan gabungan dari berbagai unsur yang saling melengkapi. Termasuk penatausahaan dan pengelolaan keuangan. Sugeng pun menceritakan strategi yang diterapkan di RS Haji. Mulai dari bagaimana mengatur arus keluar masuk keuangan, layanan transaksi berbasis digital, hingga pemanfataan aset untuk meningkatkan pendapatan.
Sementara itu, Kepala UPT PPK BPKAD Jawa Timur Marta Mukti Widodo menambahkan, sinergi ini merupakan bagian dari implementasi penerapan ETPD. Sesuai aturan pemerintah bahwa harus ada konektivitas pengelolaan keuangan di pusat maupun di daerah.
“Otomatis, harus ada pula konektivitas pengelolaan keuangan provinsi dengan BLUD di Jawa Timur,” uacapnya.
Forum tersebut merupakan langkah literasi kepada pelaku dan pengelola BLUD, khususnya layanan kesehatan. Harapannya, para pengelola BLUD bidang kesehatan Jawa Timur memahami sistem yang diinginkan pemerintah. Dengan begitu, kinerja pengelola BLUD bisa optimal sehingga mendorong kinerja pemerintah di tingkat provinsi. (roi)
#BPKAD Jatim
#indeks pembangunan manusia
#IPM
#Jawa Timur
#pemerintahan



Berita Terkait

Sidak Harga Beras, Wabup Salman: Pasar Murah untuk Stabilkan Harga
Bisnis.Senin, 22 September 2025

IKA PMII Jombang: Visi WarSa Belum Menyentuh, Malah Beli Motor Mewah
Jawa Timur.Minggu, 23 November 2025

Pemkab Jombang Tidak Miliki Wewenang Bangun Jalan Rusak Desa Jipurapah
Jawa Timur.Senin, 28 April 2025

Layani 3.000 Truk Per Hari, TPS Pastikan Sopir Tak Terlambat Berbuka
Bisnis.Jumat, 6 Maret 2026

