UEA Kucurkan Dana Bangun TPS3R di Banyuwangi, Ini Daerah Penerimanya
Reporter : Anggoro
Banyuwangi
Senin, 17 Februari 2025
Waktu baca 2 menit

‘Project STOP, dengan dukungan pendanaan USD 20 juta dari UEA, berkontribusi dalam pengelolaan sampah di Indonesia. Di Banyuwangi, Project STOP membangun Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Muncar dan Balak, Songgon’
Banyuwangi – Masalah sampah kerap kali menjadi sorotan berbagai pihak, disisi lain dalam perkembangannya mampu membuka lapangan pekerjaan menambah pendapatan perekonomian warga dan memberikan edukasi.
Project STOP, dengan dukungan pendanaan USD 20 juta dari UEA, berkontribusi dalam pengelolaan sampah di Indonesia. Di Banyuwangi, Project STOP membangun Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Muncar dan Balak, Songgon. Fasilitas ini tidak hanya melayani ratusan ribu rumah tangga, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan sampah yang baik.
“Kami mendapatkan banyak sekali manfaat baik berupa bantuan fisik dan pendampingan mulai dari pendirian TPS3R di sejumlah lokasi hingga program edukasi bagi masyarakat,” ujar Ipuk.
Lanjutnya, “Ratusan warga juga mendapatkan manfaat ekonomi dengan ikut melakukan pemilihan mandiri maupun bekerja di TPS3R,” tambah Ipuk.
Sementara Deborah Backus, perwakilan CEO Clean Rivers menegaskan pihaknya mendukung inisiatif yang mendorong perubahan sistemik lingkungan dan sosial ke arah yang lebih baik.
“Kemitraan ini sejalan dengan misi kami dalam mendanai solusi yang dapat diterapkan dalam skala lebih luas untuk melindungi dan memulihkan sungai serta memberdayakan komunitas lokal,” ujar Deborah.
Dukungan Clean Rivers akan mempercepat target pengelolaan sampah di Banyuwangi, termasuk pembangunan TPS berskala besar yang telah diresmikan pada September 2023.
Kolaborasi ini akan memperluas akses layanan pengelolaan sampah bagi 850.000 penduduk, menjangkau seluruh masyarakat Banyuwangi, dan menciptakan hingga 1.000 lapangan kerja penuh waktu.
Selain itu, Widharmika Agung, Partner di Systemiq, menjelaskan sistem pengeloaan sampah ini menjadi contoh dan pertama kali berbasis kabupaten.
“Mewujudkan sistem pengelolaan sampah sirkular berbasis kabupaten pertama di Indonesia akan menjadi contoh bagi daerah lain,” ujar Widharmika Agung, Partner di Systemiq. (Aro)
#Bantuan Luar Negeri
#Bupati Ipuk
#Daur ulang sampah
#ipuk fiestiandani
#Pemkab Banyuwangi
#Pengelolaan Sampah
#Tempat pengelolaan sampah



Berita Terkait

Klasemen SEA Games 2025: Indonesia Kedua,Selisih 89 Emas dari Thailand
Headlines.Senin, 15 Desember 2025

Pelaku Pembunuhan di Hutan Kabuh Tertangkap, 6 Tersangka Diamankan
Jawa Timur.Jumat, 31 Januari 2025

UMK Jombang Naik Rp183.766, Segini Besaran yang Ditetapkan
Ekonomi.Kamis, 25 Desember 2025

Efisien hingga 90%, Inilah Senjata Baru PLN NP Lawan Emisi Karbon
Bisnis.Sabtu, 18 April 2026

