Jalur Penalti Balaton Park Bikin Veda Bingung, Bos Dorna Angkat Bicara
Reporter : Sigit P
Jawa Timur
Senin, 8 Juni 2026
Waktu baca 3 menit

Siginews.com-Moto3 Hungaria – Desain sirkuit anyar Hungaria, Balaton Park, mendadak jadi sorotan tajam setelah dinilai membingungkan para pembalap dan secara langsung merugikan jalannya balapan wakil Indonesia, Veda Ega Pratama, dalam lanjutan Moto3 2026.
Karakter trek yang belum familier ditambah penempatan visual marka jalan yang buruk memicu gelombang kritik, bahkan sampai membuat bos besar Dorna Sports angkat bicara mengenai kelayakan fasilitas sirkuit baru tersebut.
Bagaimana kronologi lengkap drama di Balaton Park ini dan apa yang sebenarnya terjadi di atas lintasan?
Memulai balapan dari grid kesembilan, Veda Ega Pratama sebenarnya langsung menunjukkan kelasnya sebagai salah satu talenta Asia paling menjanjikan saat ini. Begitu lampu hijau padam, pembalap kebanggaan Indonesia ini melakukan start roket yang sangat bersih.
Hanya dalam beberapa tikungan awal, Veda sukses menyodok maju dan mengklaim posisi keenam. Manuver-manuvernya yang agresif namun terukur sempat membuat komentator internasional berdecak kagum, menandakan ia sangat siap bertarung memperebutkan podium di grup depan.
Sementara Veda mengamankan posisi di barisan depan, pembalap asal Spanyol, David Almansa, sukses memimpin balapan dengan ditempel ketat oleh Maximo Quiles dan Rico Salmela.
Ritme balapan langsung memanas sejak lap pertama dan sirkuit anyar ini pun langsung memakan korban. Di tikungan ke-12 pada lap perdana, pembalap asal Malaysia, Hakim Danish, mengalami kecelakaan hebat usai bertabrakan dengan pembalap asal Afrika Selatan, Royce Moodley. Benturan yang cukup keras membuat kedua pembalap langsung tersungkur ke gravel dan dinyatakan Did Not Finish (DNF).
Namun, drama terbesar bagi infastruktur sirkuit terjadi saat Veda Ega bersiap memasuki area Long Lap Penalty (LLP). Pembalap berusia 17 tahun itu justru terlihat kebingungan di atas motornya karena jalur penalti yang dicat di aspal memiliki visual yang sangat menyesatkan, bahkan polanya hampir sama persis dengan tikungan reguler yang tepat berada satu tikungan sebelumnya.
Akibat visual jalur yang kurang jelas tersebut, Veda salah langkah. Ia terpaksa melakukan pengereman mendadak secara ekstrem dan melebar jauh demi bisa masuk ke garis LLP yang benar.
Kesalahan visual sirkuit ini berakibat fatal secara instan; Veda harus kehilangan enam posisi sekaligus sebelum akhirnya benar-benar masuk ke jalur penalti. Saat kembali bergabung ke trek utama, posisinya sudah merosot tajam hingga ke urutan ke-17.
Meski terlempar jauh ke belakang akibat insiden LLP yang membingungkan tersebut, mentalitas baja Veda Ega Pratama patut diacungi jempol. Alih-alih frustrasi, ia langsung memutar selongsong gasnya dalam-dalam untuk memperbaiki posisi.
Pada lap ke-7, dengan gaya balap yang rapi dan konsisten, Veda secara perlahan mampu bangkit dan naik ke posisi ke-16. Dua lap berselang (lap 9), Veda kembali melakukan overtake bersih dan sukses merangkak naik ke posisi ke-15.
Sayangnya, dinamika kelas Moto3 selalu tidak tertebak. Di saat Veda mencoba merangsek lebih depan, ia sempat terjebak dalam kepadatan traffic grup belakang dan harus rela melorot lagi ke posisi ke-18.
Sementara itu di barisan depan, jalannya balapan luar biasa menegangkan. Pada lap ke-12, Maximo Quiles sukses melancarkan serangan maut untuk menyalip David Almansa dan mengambil alih pimpinan balapan. Persaingan kian membara dengan masuknya David Munoz dan Brian Uriarte yang ikut mengacak-acak grup terdepan.
Hingga akhirnya, drama paling mengerikan terjadi menjelang garis finis. Tabrakan tragis melibatkan tiga pembalap sekaligus di zona pengereman, menyeret David Munoz, Brian Uriarte, dan Valentin Perrone yang akhirnya gagal menyelesaikan balapan.
Insiden horor di tikungan terakhir ini pada akhirnya mengubah peta posisi dan memberi berkah tersendiri bagi pembalap di belakangnya, termasuk Veda Ega yang sukses mengamankan poin terakhir.
(Editor Aro)
#Balaton Park
#Kontroversi moto3
#Moto3
#Moto3 Hungaria
#Veda Ega
#Veda Ega Pratama



Berita Terkait

Diduga Terima Suap, 3 Hakim Pembebas Ronald Tannur Ditangkap
Headlines.Rabu, 23 Oktober 2024

Perihal Penahanan Ijazah Siswa MAN di Jombang, Begini Respon Kemenag
Headlines.Rabu, 19 November 2025

Relawan Muhammadiyah Jarimata Deklarasikan Diri Dukung Khofifah-Emil
Headlines.Jumat, 22 November 2024

Soal Sikap Bupati ke Oknum TA, Direktur LInk: Masih Manis Di Bibir
Jawa Timur.Senin, 5 Mei 2025

