Reporter : Sigit P
Jawa Timur
Kamis, 9 Oktober 2025
Waktu baca 1 menit

siginews.com-Surabaya – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya, mencatat 12 kasus kebakaran permukiman yang umumnya disebabkan oleh kelalaian di dapur (kompor ngobos) dan masalah kelistrikan/alat elektronik.
“Kami mengimbau kepada ibu-ibu dan seluruh warga, meskipun hanya keluar sebentar, tolong matikan kompor. Jangan sampai karena lupa, misalnya karena terlalu asyik ngerumpi dengan tetangga, api membesar dan menyebabkan kerugian material besar,” pesan Kepala DPKP Surabaya, Laksita Rini, Rabu (8/10/2025).
Kasus unik juga ditemukan, seperti penggunaan hair dryer untuk mengeringkan benda lain yang menyebabkan overheat, serta kebiasaan mencas HP di atas kasur.
“Panas yang dihasilkan oleh proses charging pada HP atau charger dapat membakar busa kasur atau material di bawahnya, dan memicu api,” tuturnya.
DPKP mengimbau warga untuk:
Laksita Rini menekankan pentingnya upaya pemadaman api dalam tiga menit pertama. Jika api tidak terkendali, warga diminta segera menghubungi 112 untuk insiden darurat.
“Warga diimbau untuk berupaya memadamkan api dalam tiga menit pertama. Jika api tidak dapat dikendalikan, jangan ragu untuk segera menghubungi 112 untuk insiden kebakaran atau evakuasi darurat lainnya,” pungkasnya.
(Editor Aro)
#DPKP Surabaya
#Kebakaran
#Kebakaran Pemukiman
#Kompor Ngobos
#Konsleting
#Laksita Rini
#Penyebab kebakaran pemukiman




Ekonomi.Rabu, 19 November 2025

Jawa Timur.Senin, 21 Juli 2025

Jawa Timur.Kamis, 2 Oktober 2025

Headlines.Sabtu, 17 Mei 2025