Resmi! Kemenag Tetapkan Jadwal Puncak Haji dan Idul Adha 1447 H
Reporter : Anggoro
Headlines
Selasa, 19 Mei 2026
Waktu baca 2 menit

Siginews.com-Makkah – Kementerian Agama (Kemenag) melalui hasil rukyatul hilal resmi menetapkan 1 Dzulhijjah 1447 Hijriah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Berdasarkan ketetapan tersebut, puncak ibadah haji atau wukuf di Arafah (9 Dzulhijjah) dipastikan jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026, sementara Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah) akan dirayakan pada Rabu, 27 Mei 2026.
Seiring pengumuman ini, seluruh jamaah haji Indonesia dari gelombang pertama dan kedua dilaporkan telah berkumpul dan mulai memadati kota suci Makkah al-Mukarramah.
Menyikapi dimulainya bulan Dzulhijjah, Musyrif Diny Kemenhaj RI yang juga menjabat sebagai Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof. Asrorun Niam Sholeh, menyampaikan lima pesan keagamaan penting dari Makkah demi kelancaran ibadah para jamaah.
Pertama, ia mengimbau jamaah untuk memperbanyak zikir, munajat, dan shalat berjamaah. Ia mengingatkan bahwa seluruh hotel tempat tinggal jamaah Indonesia berada di dalam wilayah Tanah Haram yang memiliki keistimewaan pahala, sehingga bagi jamaah yang memiliki udzur fisik tetap bisa beribadah di masjid sekitar hotel tanpa harus memaksakan diri ke Masjidil Haram.
Kedua, jamaah diminta untuk terus mengaji dan memahami tata cara manasik haji secara benar melalui bimbingan fikih haji praktis agar seluruh syarat dan rukun haji terpenuhi.
“Jangan hanya sekadar berangkat ke Tanah Suci tanpa membekali diri dengan ilmu manasik haji, karena haji adalah ibadah mahdlah,” tegas Asrorun Niam.
Ketiga, faktor kesehatan menjadi sorotan utama. Mengingat haji merupakan ibadah fisik (jasmaniyah), biaya (maliyah), dan mental (ruhiyah), jamaah sangat dilarang untuk memforsir tenaga sebelum puncak haji bergulir.
“Jangan memforsir diri, aji mumpung. Fokus dan prioritaskan persiapan rangkaian ibadah haji utama mulai tanggal 8 sampai dengan 13 Dzulhijjah, terutama di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna),” lanjutnya.
Keempat, Asrorun Niam mengajak para jamaah untuk memanfaatkan waktu mustajab ini untuk mendoakan kedamaian bangsa, termasuk mendoakan Presiden dan para pemimpin negeri agar dapat memimpin Indonesia dengan adil dan bijaksana menuju bangsa yang makmur sejahtera (baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur).
Terakhir, ia berpesan agar momentum ibadah ini dijadikan ruang muhasabah untuk melakukan perbaikan diri, keluarga, dan negara yang dilandasi oleh etos kesetaraan, kebersamaan, kejujuran, serta kerja keras.
(Editor Aro)
#1 Dzulhijjah
#Hari idul Adha
#Idul Adha
#Kemenag
#Puncak Haji



Berita Terkait

Persyadha Awali Tahun Baru Islam Dzikir Berjamaah di UTM Madura
Daerah.Minggu, 7 Juli 2024

Peringatan Dini Gerakan Tanah dari SNI jadi Standar Internasional ISO
Headlines.Sabtu, 9 November 2024

Khofifah-Emil Bakal Gelar Kampanye Akbar di Tapal Kuda dan Arek
Headlines.Rabu, 25 September 2024

UU KUHAP: MK Disidang Soal Aturan BAP, Ini yang Dituntut
Headlines.Jumat, 5 Desember 2025

