Reporter : Sigit P
Bisnis
Rabu, 10 Juni 2026
Waktu baca 2 menit

Siginews.com-Jakarta – Nilai tukar dolar AS kian perkasa hingga menembus angka Rp18.000 dan diprediksi berpotensi melonjak hingga Rp22.000. Hal ini memicu kritik tajam dari parlemen yang menyentil realisasi defisit anggaran sebesar Rp164 triliun pada empat bulan pertama tahun 2026.
Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Harris Turino, menilai melemahnya rupiah tidak hanya dipicu oleh ketidakpastian global, melainkan juga akibat masalah domestik di mana tata kelola fiskal nasional dianggap sudah tidak lagi pruden (hati-hati).
Harris mengungkapkan, selain kecenderungan pasar global yang lebih aman memegang dolar, sentimen negatif dari dalam negeri diperparah oleh rilis data pada 29 Mei lalu, di mana 18 saham emiten Indonesia resmi didepak dari indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Sesuai regulasi makro, hedge fund (dana lindung nilai) dunia dilarang berinvestasi pada saham yang keluar dari indeks tersebut. Kondisi ini kian pelik lantaran modal asing yang keluar dari pasar saham gagal diserap oleh pasar surat utang negara.
“Biasanya ketika mereka keluar dari pasar saham, mereka masuknya ke pasar obligasi. Nah, kali ini itu tidak terjadi karena apa? Obligasinya gak menarik. Yang menjadi pertanyaan adalah how low can we go? Mau sampai berapa sih jatuhnya ini? Tentu ini pertanyaan yang tidak mudah untuk dijawab,” ujar Harris dalam tatap muka di podcast TVR Parlemen, Selasa (9/6/2026).
Sanggah Klaim Stabilitas Bank Indonesia
Di sisi lain, Harris secara terbuka mempertanyakan kredibilitas pernyataan Bank Indonesia (BI) yang berulang kali menyebut bahwa kondisi fundamental ekonomi dan cadangan devisa domestik masih berada dalam koridor stabil.
Ia membeberkan, jika merujuk pada data riil kas negara antara penerimaan yang dipotong dengan pengeluaran sepanjang kuartal pertama hingga April 2026, kondisi keuangan negara justru sedang mengalami tekanan berat.
“Defisit di kuartal pertama sampai bulan April ini sudah 164 triliun defisitnya. Jadi kalau 4 bulannya saja sudah defisit 164 triliun, nanti ini mau sampai ke berapa nih,” pungkasnya.
(Editor Aro)
#Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino
#Ekonomi dan Investasi
#Harris Turino
#Mata uang dolar
#Nilai tukar dolar




Headlines.Kamis, 13 Februari 2025

Headlines.Jumat, 17 Oktober 2025

Headlines.Rabu, 7 Mei 2025

Headlines.Kamis, 19 Desember 2024